Berita

SIARAN PERS ALIANSI SUMUT BERSATU (ASB) Peringati Hari Anak Indonesia 2026, Aliansi Sumut Bersatu Gelar Panggung “Open Mic” dan Webinar Nasional Suara Anak Sumatera untuk Generasi Emas 2045

MEDAN/ONLINE – Mengusung semangat pemenuhan hak dan perlindungan anak secara menyeluruh, Aliansi Sumut Bersatu (ASB) sukses menyelenggarakan Webinar Nasional sekaligus panggung partisipasi publik Open Micbertajuk “Suara Anak dari Sumatera untuk Generasi Emas Indonesia” melalui platform digital Zoom Meeting. Forum ini hadir sebagai ruang dialog yang aman dan inklusif bagi anak-anak untuk menyuarakan aspirasi, pengalaman, serta gagasan mereka secara langsung di hadapan para pemangku kepentingan dan masyarakat luas.

Kegiatan yang dipandu oleh aktivis muda Qamarun Khairul Arifin yang merupakan Member CIKAL Akademia ini diikuti oleh lebih dari 35 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pendidik, hingga perwakilan organisasi masyarakat sipil. Acara ini menjadi momentum krusial untuk menegaskan kembali bahwa suara dan pandangan anak harus dijadikan pertimbangan utama dalam perumusan kebijakan publik, bukan sekadar pelengkap seremoni tahunan.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dr. Aris Adi Leksono, M.M.Pd., yang hadir sebagai keynote speaker, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjamin perlindungan anak di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

“Perlindungan anak bukanlah tugas satu lembaga semata, melainkan komitmen kolektif bangsa. Pemenuhan sepuluh hak dasar anak dan perlindungan mereka dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, mental, maupun digital, adalah fondasi utama dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045. Pemerintah, masyarakat sipil, dan keluarga harus berkolaborasi erat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung ruang partisipasi anak,” ujar Dr. Aris Adi Leksono.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Aliansi Sumut Bersatu, Veryanto Sitohang, menekankan pentingnya langkah nyata dalam menindaklanjuti setiap ide dan kekhawatiran yang disampaikan oleh anak-anak. Dalam pemaparannya yang berjudul “Masa Depan Indonesia Dimulai dari Anak yang Terlindungi”, beliau menyampaikan bahwa perlindungan anak adalah investasi terbaik bangsa.

“Mendengarkan suara anak tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Aspirasi, kekhawatiran, dan gagasan yang disampaikan anak-anak harus ditindaklanjuti secara konkret dalam bentuk kebijakan yang berperspektif perlindungan anak. Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh sejauh mana kita hari ini mampu memberikan rasa aman dan keadilan bagi setiap anak,” tegas Veryanto.

Perspektif inklusivitas dan perlindungan bagi kelompok anak rentan turut diperkuat oleh Susi Handayani, Direktur Yayasan PUPA, yang hadir sebagai penanggap kedua.

“Prinsip inklusivitas harus mendasari setiap upaya perlindungan anak. Kita wajib memastikan bahwa anak-anak penyandang disabilitas, anak penyintas kekerasan, serta kelompok anak rentan lainnya mendapatkan hak, perlakuan yang setara, dan akses pendampingan tanpa diskriminasi maupun stigma sosial di tengah masyarakat,” tutur Susi Handayani.

Panggung Open Mic: Rekomendasi Aspirasi 10 Anak Sumatera

Puncak acara ditandai dengan panggung Open Mic, yang menghadirkan sepuluh anak berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan (SD hingga SMA/sederajat), termasuk perwakilan anak penyandang disabilitas, anak minoritas agama dan anak penyintas kekerasan seksual. Mewakili keberagaman latar belakang dan kelompok rentan, mereka menyampaikan pengalaman serta pandangan mendalam mengenai realita kehidupan anak di Indonesia saat ini, yang selanjutnya dirumuskan ke dalam Rekomendasi Suara Anak berikut:

  1. Jaminan Lingkungan Belajar Bebas Kekerasan

Menyerukan agar sekolah dan ruang publik menjadi tempat yang aman dari segala bentuk perundungan (bullying) serta kekerasan fisik maupun psikis, sehingga setiap anak dapat belajar tanpa rasa takut.

  1. Pemenuhan 10 Hak Dasar Anak Secara Merata

Mengandalkan komitmen nyata pemerintah dan masyarakat untuk memastikan sepuluh hak anak termasuk identitas, pendidikan, kesehatan, hingga hak bermain dapat diakses secara adil oleh seluruh anak tanpa terkecuali.

  1. Partisipasi Bermakna dalam Pengambilan Keputusan
    Meminta agar pembuat kebijakan mau mendengarkan pandangan anak sebelum menetapkan keputusan atau peraturan yang berdampak langsung pada kehidupan mereka.
  2. Pengakuan Ide dan Gagasan Anak

Mendorong keterlibatan aktif anak-anak dalam perancangan program pembangunan daerah dan nasional, agar program yang dibuat tepat sasaran sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak.

  1. Perlindungan Inklusif di Ruang Digital
    Mendorong penciptaan ekosistem siber yang aman dari ancaman kejahatan berbasis elektronik dan perundungan maya (cyberbullying), demi melindungi kesehatan mental anak.
  2. Kesetaraan Akses bagi Anak Disabilitas
    Menuntut tersedianya fasilitas umum dan pendidikan yang inklusif, ramah disabilitas, serta perlakuan yang setara tanpa diskriminasi agar anak penyandang disabilitas memiliki kesempatan berprestasi yang sama.
  3. Pemerataan Kesempatan Tumbuh Kembang
    Menegaskan pentingnya menghapus jurang pemisah latar belakang sosial, ekonomi, dan fisik agar tidak ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal dalam meraih masa depan.
  4. Pencegahan Perkawinan Anak dan Eksploitasi
    Mendesak tindakan tegas dalam menghentikan praktik perkawinan usia anak dan eksploitasi di lingkungan masyarakat demi menjaga masa depan dan kesehatan reproduksi anak.
  5. Dukungan Kesehatan Mental dan Hak Pendidikan
    Menekankan pentingnya penyediaan layanan kesehatan mental yang terjangkau bagi remaja serta jaminan akses pendidikan berkualitas sampai jenjang tinggi.
  6. Pemulihan Hak dan Penghapusan Stigma Bagi Penyintas
    Melalui rekaman suara khusus, peserta anak penyintas kekerasan seksual menyampaikan harapan agar penyintas dipastikan tetap mendapatkan hak penuh untuk melanjutkan sekolah, memperoleh layanan terapi psikologis yang memadai, dan terbebas dari stigma negatif maupun diskriminasi sosial masyarakat.

Melalui rilis ini, Aliansi Sumut Bersatu mengajak seluruh elemen masyarakat, media massa, dan pemerintah untuk memperkuat sinergi dalam mengawal hak-hak anak demi terwujudnya Indonesia Emas 2045 yang ramah, aman, dan inklusif bagi seluruh anak Indonesia.

 

 

  

Untuk informasi lebih lanjut:

Aliansi Sumut Bersatu (ASB)

Narahubung:

  1. Veryanto Sitohang, SE., SH., M.Sp – Direktur
  2. Carolina Permata Sari Simanjuntak– Koordinator Pengorganisasian

WhatsApp      : 0813-7434-034
Email              : sumutbersatualiansi@gmail.com

Facebook Comments Box
Komentar Dinonaktifkan pada SIARAN PERS ALIANSI SUMUT BERSATU (ASB) Peringati Hari Anak Indonesia 2026, Aliansi Sumut Bersatu Gelar Panggung “Open Mic” dan Webinar Nasional Suara Anak Sumatera untuk Generasi Emas 2045

Aliansi Sumut Bersatu (ASB) adalah organisasi masyarakat sipil atau LSM yang sejak tahun 2006 melakukan upaya-upaya penguatan untuk mendorong penghormatan dan pengakuan terhadap keberagaman melalui pendidikan kritis, dialog, advokasi dan penelitian.