Aliansi Sumut Bersatu (ASB) adalah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang berdiri sejak tahun 2006. Fokus pada isu penguatan perempuan dan penghormatan terhadap keberagaman dan inklusivitas. Upaya – upaya penguatan untuk mendorong penghormatan dan pengakuan terhadap keberagaman dan inklusivitas dilakukan melalui pendidikan kritis, dialog, advokasi dan penelitian. Melibatkan aktivis muda lintas iman, mahasiswa/I, OMS, jurnalis dan kelompok rentan lainnya. Sejak tahun 2024, ASB ASB diberikan mandat untuk mewujudkan terpenuhinya hak kelompok rentan di Sumatera Utara dan Aceh.
Perlindungan sosial terhadap kelompok rentan hingga saat ini belum terfasilitasi secara maksimal hal ini dikarenakan ditemukannya berbagai hambatan dalam proses akses layanan adminduk dan perlindungan sosial. Perlindungan sosial telah menjadi elemen kunci dalam strategi nasional untuk pembangunan manusia, stabilitas politik, dan pertumbuhan inklusif untuk melindungi orang-orang yang paling rentan dari guncangan dan tekanan dalam perjalanan hidup mereka.
Salah satu strategi yang ASB lakukan untuk mewujudkan terpenuhinya perlindungan sosial untuk kelompok rentan adalah advokasi akses balai latihan kerja (BLK) di Dinas Ketenagakerjaan. Balai Latihan Kerja (BLK) merupakan lembaga pelatihan milik pemerintah maupun swasta yang bertujuan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan keterampila
n kepada masyarakat, khususnya pencari kerja, agar memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Pelatihan bagi perempuan penyandang disabilitas merupakan elemen krusial dalam proses pemberdayaan anggota organisasi. Melalui pelatihan, mereka dapat memperoleh keterampilan praktis yang tidak hanya meningkatkan kemandirian ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi sosial dan psikologis mereka dalam masyarakat. Dengan keterampilan yang diperoleh, perempuan disabilitas memiliki peluang lebih besar untuk mengakses pekerjaan dan berpeluang untuk membuka usaha baru, dengan kepercayaan diri akan membuka pintu menuju kemandirian finansial.
Oleh karena itu, ASB sebagai salah satu lembaga yang memiliki mandat untuk mewujudkan terpenuhinya hak kelompok rentan mengadvokasi Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Langkat untuk melibatkan anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kabupaten Langkat pada program Balai Latihan Kerja. HWDI adalah organisasi perempuan yang dipimpin dan digerakkan oleh perempuan penyandang disabilitas dari berbagai ragam disabilitas: fisik, sensorik, mental, hingga intelektual. Harapan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) di Dinas Ketenagakerjaan dapat meningkatkan kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja bagi perempuan penyandang disabilitas. “Setelah mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), harapan kami untuk memperoleh alat pendukung usaha seperti peralatan pengolahan bahan makanan,” seru Bu Basiem anggota HWDI Kabupaten Langkat.

Setelah melalui berbagai upaya advokasi yang dilakukan oleh HWDI Kabupaten Langkat akhirnya dilibatkan dalam kegiatan Balai Latihan Kerja (BLK). Keterlibatan ini menjadi langkah penting menuju inklusi yang lebih nyata dalam program peningkatan keterampilan dan pemberdayaan tenaga kerja.
Partisipasi HWDI dalam BLK bukan hanya membuka akses pelatihan bagi perempuan penyandang disabilitas, tetapi juga menjadi bukti bahwa perjuangan untuk kesetaraan mulai membuahkan hasil. Diharapkan ke depan, keterlibatan kelompok disabilitas dalam program-program pelatihan kerja tidak lagi menjadi pengecualian, melainkan menjadi bagian dari kebijakan yang berkelanjutan dan inklusif.
Salam inklusif.


