Kegiatan

LOKALATIH MEDIASI KONFLIK KEAGAMAAN

Aliansi Sumut Bersatu bersama PUSAD Paramadina Jakarta yang didukung oleh The Asia Foundation melaksanakan Lokalatih Mediasi Konflik Keagamaan. Lokalatih ini dilaksanakan pada tanggal 27 – 31 Juli 2021.

Lokalatih ini dilakukan secara virtual dalam bentuk webinar sehubungan Pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir. Sejumlah penyesuaian tidak bisa dihindarkan, antara lain dengan mengubah format pelatihan menjadi serangkaian webinar yang terintegrasi, sambil sebisa mungkin membuka ruang partisipasi yang luas bagi partisipan untuk berinteraksi dengan para narasumber dan fasilitator seperti layaknya sebuah pelatihan.

Tujuan dari lokalatih ini diadakan supaya anggota FKUB Kota Medan, tokoh-tokoh agama dan Pemerintah Kota Medan bisa menjadi pihak ketiga (mediator) yang bisa membantu proses perundingan para pihak yang sedang berkonflik menemukan penyelesaian yang memuaskan dan berkeadilan. Peserta pelatihan ini adalah FKUB Kota Medan, Perwakilan Tokoh Agama, Perwakilan Akademisi dan Perwakilan Pemerintah Kota Medan.

Fasilitator lokalatih ini adalah Tim PUSAD Paramadina dan dibantu oleh Aliansi Sumut Bersatu. Tim dari PUSAD Paramadina telah mendapatkan sertifikat mediator yang terakrediatsi oleh Mahkamah Agung. Acara hari pertama dibuka oleh Direktur Aliansi Sumut Bersatu Ferry Wira Selanjutnya mendengaran sambutan dari Bapak Ilyas Halim (Ketua FKUB Kota Medan), Dr. Nifasri. M.Pd (Kepala PKUB Kementrian Agama) dan Bapak H. Aulia Rachman.SE (Wakil Walikota Medan) sekaligus membuka acara lokalatih ini.

Adapun Statement Bapak Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman, SE. Menuju Medan menjadi kota toleran pada tahun 2022. “Medan ini kategori Kota yang nyaman dan Kota yang bersahabat. Saya sering sampaikan pada masa kampanye, saya katakan jangan ada lagi pembongkaran Rumah Ibadah, ini banyak yang tidak paham karena disinilah pemicu Konflik Antar Umat Beragama,” kata Aulia Rachman, Selasa 27 Juli 2021 pada virtual zoom Lokalatih Mediasi Konflik Keagamaan.

Regulasi yang sudah ditetapkan jangan dilanggar, FKUB Kota Medan wajib mengedukasi sampai ke akar rumput. Bagaimana cara agar bisa menyelesaikan masalah masalah yang ada di Kota Medan, ini sangat penting bagi kita semua. Kita sama-sama tahu bahwa kondisi bangsa Indonesia sangat rentan dengan perpecahan, karna kita tahu juga bahwa bangsa kita sedang dilanda Covid-19.

Jangan ada lagi kepentingan Pribadi, kepentingan Nafsu Politik, dikaitkan dengan hal-hal yang mampu memecah belah umat beragama. Kota tidak bisa menampik apa yang sudah terjadi, selama ini saat masa kontestasi politik eskalasi politik tinggi disitu peran dimainkan untuk perpecahan umat Bangsa ini sehingga kita harus hati-hati. Tugas kita disini adalah menerima pelatihan agar kita bisa meredam, meneduhkan malasah masalah agar tidak terjadi perpecahan.

Bapak Aulia Rachman bangga dengan ASB bekerjasama dengan FKUB Kota Medan untuk mencari solusi apa yang akan kita pakai untuk menghadapi masalah yang terjadi. Beliau sangat bersyukur dan berterimakasih kepada ASB dan FKUB Kota Medan dan juga berterimakasih kepada PUSAD Paramadina, dalam hal ini memberikan masukan-masukan buat Kota Medan dan bagi masyarakat kota Medan.

“Saya mewakili Bapak Wali Kota Medan Bapak Bobby Nasution, mari kita rangkul bersama masyarakat kota Medan ini, kami selaku Kepala Daerah menerima masukan-masukan dan kita siap berkolaborasi mencari solusi agar bagaimana kota Medan ini hidup rukun dan berdamai, “ kata Aulia Rachman.

Banyak agama, banyak etnis di kota Medan ini, bahkan Kota Medan merupakan miniatur Indonesia, berarti kita punya tugas yang berat yakinlah apa yang kita jalani sekarang akan Allah balas kelak. Pemerintah Kota Medan terbuka untuk Aliansi Sumut Bersatu dan FKUB Kota Medan. Mari bersama-sama menyelesaikan masalah-masalah kerukunan umat beragama agar Medan menjadi kota yang aman dan damai.

 

Facebook Comments
Aliansi Sumut Bersatu

Aliansi Sumut Bersatu (ASB) adalah organisasi masyarakat sipil atau LSM yang sejak tahun 2006 melakukan upaya-upaya penguatan untuk mendorong penghormatan dan pengakuan terhadap keberagaman melalui pendidikan kritis, dialog, advokasi dan penelitian