Kegiatan

Medan Menuju Kota Toleransi

 

Aliansi Sumut Bersatu bersama FKUB Kota Medan dan tokoh-tokoh agama Kota Medan melaksanakan Workshop secara offline dengan tema “Penguatan Kapasitas Tokoh Agama dan Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan, Upaya – Upaya penyelesaian konflik Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan.”

Pelatihan ini dilaksanakan tanggal 3-5 Mei 2021 di Restoran Kenanga Medan. Setelah setahun lebih tidak bisa memfasilitasi pelatihan secara offline, ASB akhirnya berani memfasilitasi pastinya semua protokol kesehatan sudah dilakukan. Mulai dari memilih tempat workshop diruangan terbuka agar sirkulasi udara baik, menyediakan hand sanitizer dan masker di dalam paket seminar kit, mengganti masker 4 jam sekali, menjaga jarak (1 meja untuk 3 orang peserta) dan membatasi jumlah peserta Workshop (jumlah peserta 25 orang dengan kapasitas ruangan 100 orang).

Pelatihan hari pertama diawali dengan sambutan dari ketua FKUB Kota Medan Bapak Ilyas Halim dan resmi dibuka oleh Direktur ASB Ferry Wira . Narasumber pada hari pertama adalah Veryanto Sitohang komisioener Komnas perempuan dan pendiri ASB. Narasumber memaparkan materi tentang Hak atas Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) – Hak Konstitusi, konsep kerukunan dan potret KBB di Kota Medan. Narasumber hari kedua dari PUSAD Paramadina, yaitu Husni Mubarok seorang peneliti PUSAD Paramadina dengan materi                       pola – pola konflik di Indonesia, dan Ihsan Ali Fauzi merupakan direktur PUSAD Paramadina dengan materi Penanganan konflik keagamaan : kekuatan, hak, kepentingan.Walaupun peserta tidak bisa bertatap muka langsung dengan narasumber karena hanya bisa melalui zoom meeting, peserta tetap bersemangat memberikan pertanyaan dan berbagi pengalaman. Narasumber hari terakhir adalah Dr. Muhammad Qorib., MA wakil ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara/Wakil Ketua MUI Kota Medan/Dekan Fakultas Agama Islam UMSU dengan materi Kebebasan Beragama sebagai Hak Konstitusional. Fasilitator pelatihan ini adalah Sarma Hutajulu seorang pengacara, aktivis perempuan dan mantan anggota DPRD Sumut periode 2014-2019.

Rencana tindak lanjut pertemuan tiga hari ini adalah mewujudkan Medan sebagai kota toleransi. Sejak lama Medan diklaim sebagai miniatur Indonesia karena kemajemukannya. Faktanya gesekan-gesekan kerap terjadi dimana perempuan juga berpotensi menjadi korban intoleransi. Namun inisiatif menemukan solusi menjadi komitmen bersama.Harapannya setelah mengikuti diskusi adanya sinergi FKUB, tokoh – tokoh agama Kota Medan dan pemerintah Kota Medan untuk memperkuat Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan.

Salam keberagaman dan kerukunan untuk kita semua.

Facebook Comments
Aliansi Sumut Bersatu

Aliansi Sumut Bersatu (ASB) adalah organisasi masyarakat sipil atau LSM yang sejak tahun 2006 melakukan upaya-upaya penguatan untuk mendorong penghormatan dan pengakuan terhadap keberagaman melalui pendidikan kritis, dialog, advokasi dan penelitian