Berita

Pernyataan Sikap “Lagi Tuduhan Penistaan Agama, Bebaskan Empat Orang Petugas Medis RSUD Djasamen Saragih Pematang Siantar dari Proses Hukum”

Empat petugas medis RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar, yang menangani jenazah pasien suspek Covid-19 dengan inisial nama Z, seorang perempuan berusia 50 tahun yang meninggal tanggal 20 September 2020, dilaporkan oleh keluarga Z dengan tuduhan melakukan Penistaan Agama.  Jenazah Z dimandikan oleh empat petugas berjenis kelamin laki-laki, dan dua di antaranya berstatus sebagai perawat. Proses memandikan jenazah dilakukan setelah mendapat persetujuan dari suami Z, melalui penandatanganan surat pernyataan persetujuan penanganan jenazah dengan protocol covid-19.

Proses penanganan jenazah pasien Covid-19 ini menjadi persoalan hukum saat keluarga Z dan oknum tokoh agama di Pematang Siantar keberatan, merasa tidak puas dalam penanganan pasien yang dinilai menyalahi aturan memandikan Jenazah sesuai ajaran agama Islam. Ke empat tenaga medis tersebut dilaporkan dengan tuduhan melakukan penistaan agama, dan saat ini proses hukum sedang berjalan di kepolisian. Keempat tenaga medis tersebut dikenakan di Pasal 156 huruf a juncto Pasal 55 ayat 1 tentang Penistaan Agama, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Keempat tenaga medis tidak ditahan kepolisian namun dikenakan tahanan kota karena keempat tenaga medis sangat dibutuhkan rumah sakit untuk tetap memberikan pelayanan.

Penggunaan Pasal 156 huruf a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang seharusnya mengacu pada Pasal 4 UU No 1/PNPS/1965 Tentang Pencegahan dan Penyalahgunaan atau Penodaan Agama yang berbunyi dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penistaan terhadap suatu agama di Indonesia. Jika merujuk pada kronologis bahwa ke empat nakes tersebut melakukan tugas dan tanggunjawabnya, memberikan layanan kepada jenazah bukan dalam konteks untuk menistakan agama.

Aliansi Sumut Bersatu berpendapat bahwa penggunaan pasal penistaan agama pada kasus ini tidak tepat. Aparat penegak hukum seharusnya meluruskan situasi sehingga  tidak menjadikan keempat nakes tersebut sebagai tersangka. Pada tahun 2018  kasus Meliana, perempuan Tionghoa di Tanjung Balai, dijerat pasal Penistaan Agama, didakwa dan dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Medan. Meliana  menjadi korban dengan tuduhan penistaan agama, sehingga kasusnya menjadi perhatian publik dan mengoyak semangat kebhinnekaan.

Kasus empat tenaga medis RSU Djasamen Saragih Pematang Siantar dengan tuduhan melakukan penistaan agama, dalam menjalankan tugas melayani pasien Covid 19 adalah sebuah kekeliruan, maka Aliansi Sumut Bersatu sebagai sebagai organisasi masyarakat sipil yang fokus pada issu kebhinnekaan, menyatakan sikap:

  1. Tenaga Kesehatan secara khusus empat orang tenaga kesehatan tersangka kasus penistaan agama di Pematangsiantar adalah garda terdepan dalam penanganan Covid-19, menjalankan tugas dan mandat yang diberikan negara sesuai prosedur yang berlaku, mempertaruhkan hidup mereka dalam penanganan pasien Covid-19.
  2. Aliansi Sumut Bersatu mengapresiasi kerja keras dan tulus tenaga kesehatan yang berjuang membantu pasien Covid 19 agar kembali pulih.
  3. Meminta Kepolisian agar membebaskan empat tenaga kesehatan RSU Djasamen Saragih Pematangsiantar dari status tersangka dan memulihkan nama baik mereka.
  4. Mendorong restorative justice dalam penyelesaian kasus penistaan agama melalui proses mediasi dengan melibatkan para pihak secara khusus tokoh-tokoh agama progressif.
  5. Meminta Pemerintah khususnya Mahkamah Konstitusi untuk mengkaji ulang dan menghapus pasal Penistaan Agama, mengingat pasal ini sering dipakai untuk mengkriminalisasi seseorang dan menimbulkan gejolak di tengah – tengah masyarakat.
  6. Mendukung Pemerintah memberikan perlindungan kepada petugas medis, khususnya penanganan covid-19, agar tidak menjadi korban kriminalisasi.
  7. Mendukung upaya-upaya berbagai pihak menjadikan kota Pematangsiantar sebagai kota toleran, menjadi role model di Indonesia

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, agar menjadi pendorong semangat merawat kebhinnekaan.

 

Medan, 24 Februari 2021

Salam Kebersamaan dalam Keberagaman

Aliansi Sumut Bersatu

Ferry Wira Padang (Direktur ) 0813-9692-8252

Carolina Simanjuntak (Divisi Advokasi) 0852-7767-0392

Facebook Comments
Komentar Dinonaktifkan pada Pernyataan Sikap “Lagi Tuduhan Penistaan Agama, Bebaskan Empat Orang Petugas Medis RSUD Djasamen Saragih Pematang Siantar dari Proses Hukum”
Aliansi Sumut Bersatu

Aliansi Sumut Bersatu (ASB) adalah organisasi masyarakat sipil atau LSM yang sejak tahun 2006 melakukan upaya-upaya penguatan untuk mendorong penghormatan dan pengakuan terhadap keberagaman melalui pendidikan kritis, dialog, advokasi dan penelitian