(Sibolangit,11 Mei 2024) – Aliansi Sumut Bersatu (ASB) melaksanakan pelatihan konseling dan paralegal bagi anak remaja CIKAL Akademia (Center Information and Inklusivitas) Kabupaten Langkat selama tiga (3) hari dua (2) malam di Villa Green Hill, Sibolangit. Pelatihan ini bertujuan agar remaja dapat terkapasitasi menjadi konselor sebaya dan dapat meningkatkan empati mereka dalam penanganan kasus kekerasan dan perundungan dilingkungan mereka masing-masing.
Henny Rahayu (SPI Labuan Batu) sebagai fasilitator pada kegiatan ini mengajak anak remaja untuk berefleksi dalam membangun kekeluargaan dan solidaritas diantara anak remaja, supaya dapat berkomitmen dalam mengedukasi dan mengadvokasi isu dan layanan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) di Kabupaten Langkat. Selain itu, ia pula mengajak seluruh anak remaja sejenak membebaskan pikiran mereka masing-masing untuk lebih sadar akan tanggung jawab dan peran mereka di CIKAL.
Konselor Sebaya: Tingkatkan Proses Pemulihan Teman yang Mengalami Kekerasan dan Perundungan

“Konseling sebaya merupakan suatu cara bagi peserta didik belajar bagaimana memperhatikan dan membantu remaja-remaja lain dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari” – Kutipan dari Materi yang disampaikan oleh Afrina Sagala.
Teknik konseling dibawakan oleh Afrina Sagala, M. Psi yang merupakan Psikolog Klinis yang akan menyampaikan edukasi teknik-teknik dasar sebagai konselor sebaya. Sesi ini banyak menumbuhkan inisiatif peserta dalam menanggapi kebutuhan-kebutuhan yang harus mereka kuasai selama menjadi konselor sebaya. Tak hanya itu, mereka juga dituntun untuk melakukan roleplay dan menirukan posisi konseling yang baik ketika berhadapan dengan teman mereka. Latihan ini dapat melihat sejauhmana anak remaja CIKAL dapat mengimplementasikan nilai-nilai konseling dalam sesi yang mereka lakukan. Pertama, menurut Afrina, masih banyak dari remaja yang belum menerapkan posisi yang setara dan merangkul ketika sedang menjalankan sesi, dibuktikan dari posisi duduk yang berdekatan dan tinggi kursi yang tidak merata, gerak gerik pandangan mata, dan cara kita menaruh perhatian ketika mereka (teman yang curhat) berbicara.

Dalam pelatihan yang sudah diberikan, ASB juga memberikan sesi edukasi mengenal gender dan kodrat yang dipimpin oleh Ferry Wira Padang selaku Direktur Aliansi Sumut Bersatu, pentingnya pengetahuan ini terus digaungkan karena edukasi inilah yang nantinya menjadi dasar bagi anak remaja dalam bersikap, sehingga tidak membeda-bedakan teman yang boleh ditanggapi dan tidak saat menjadi konselor sebaya.
Walaupun berbeda dari pelatihan sebelumnya yang dilaksanakan di Hotel, konsep menyatu dengan alam lebih menguatkan daya fokus remaja dalam menerima pengetahuan yang diberikan fasilitator dan narasumber, terbuktinya dari aktifnya peserta dalam setiap sesi yang dilaksanakan. Adapun peserta pada kegiatan ini berjumlah 19 orang peserta dengan 4 orang panitia dari ASB. (*Lian Zalukhu)


